cj.vino akbar from 107.3 Fm E-radio study n fun station

walcome to my blog. to the reader's please menikmati ondition in my blog to your hapyy.

search

Memuat...

3.16.2009

Bakal Banyak Caleg Masuk RS Jiwa akibat Gagal

Bakal Banyak Caleg Masuk RS Jiwa akibat Gagal


Para calon anggota legislatif (caleg) diperkirakan akan banyak yang masuk rumah sakit (RS) jiwa karena gagal akibat kompetisi yang ketat lantaran jumlah kursi yang diperebutkan sedikit.
"Saya mendengar dan ditanya berbagai pihak, apakah KPU (Komisi Pemilihan Umum) sudah mengantisipasi apabila banyak caleg yang akan masuk rumah sakit jiwa. Ada kekhawatiran kapasitas rumah sakit jiwa tidak cukup menampung para caleg yang gagal," kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary di kantor KPU, Jakarta, Sabtu (14/3).
Menurutnya, dalam Pemilu mendatang akan banyak caleg yang gagal menjadi anggota dewan. "Bagaimana seorang caleg di daerah pemilihannya meraih suara terbanyak bahkan melebihi perolehan suara parpol (partai politik) dan parpol lainnya, tapi parpolnya secara nasional tidak lolos 2,5% parliamentary threshold. Jangankan terpilih, parpolnya pun tidak dapat kursi," ujar Hafiz.
Sementara itu Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional Paskah Suzeta yang juga pengurus Partai Golkar mengaku tidak menjadi caleg karena takut kalah.
"Saya sudah empat kali ikut Pemilu. Pemilu 2009 ini saya tidak ikut caleg karena Pemilu ini menurut saya yang paling luar biasa. Saya takut kalah. Jadi saya tidak caleg," kata Paskah di kantor KPU. (Kennorton Hutasoit)
Sumber: www.mediaindonesia.com
Yenny Wahid Jadi Juru Kampanye Gerindra


Anjuran untuk golput dalam pemilu 2009 bagi kader PKB kubu Gus Dur tak berlanjut. Sekretaris Jenderal PKB kubu Gus Dur, Yenny Wahid justru berpaling mendukung Gerindra.
"Yenni wahid akan dijadwalkan menjadi juru kampanye untuk Gerindra," kata Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, Minggu 15 Maret 2009.
Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan yang dilakukan Gus Dur dan Prabowo. "Namun Gus Dur tak dijadwalkan jadi jurkam Gerindra, digantikan oleh Yenny," tambah dia.
Menurut Ahmad, koalisi PKB kubu Gus Dur dan Gerindra sudah dibicarakan di Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jawa Timur dan Dewan Pimpinan Daerah PKB Jawa Timur. "Mengenai turunannya di tingkatan ranting dan pimpinan anak cabang, merupakan kesepakatan anak cabang dan anak ranting," kata Ahmad.
Bukan rahasia lagi jika Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Abdurrahman Wahid mendukung Prabowo Subianto dan Gerindra. Pnandatangan deklarasi dukungan Gus Dur dan massanya itu akan dikemas dalam acara Istigosah di Gedung Olahraga Kertajaya, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 14 Maret 2009.
Prabowo dan Gus Dur pun makin 'lengket'. "Saat ini Prabowo sibuk berkeliling di Jawa Tengah dengan Gus Dur sehingga tak bisa menghadiri acara ini," kata Ketua Umum Gerindra, Suhadi. [Elin Yunita Kristanti, Yudho rahardjo]
Sumber: www.vivanews.com


Polisi Tak Gunakan Peluru Tajam Saat Amankan Pemilu


Polisi tak akan menggunakan peluru tajam saat mengamankan Pemilu 2009 yang akan dimulai Senin (16/3). Hal tersebut tegas dikatakan oleh Kepala Bagian Operasional Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Arief Wahyudi kepada wartawan di sela-sela acara pembekalan kepada DPD parpol peserta pemilu.
"Yang jelas, selama pengamanan kampanye, (polisi) tidak boleh menggunakan peluru tajam! Tulis ini dua kali!" kata Arief di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (13/3).
Untuk menembakkan gas air mata saja, lanjutnya, diperlukan prosedur tertentu, apalagi menembakkan peluru. Perintah ini tujukan kepada 16.000 petugas yang akan mengamankan pemilu nanti.
Menurut dia, pengamanan akan diperketat pada saat pencontengan. Dia menuturkan, ada 38.824 tempat pemungutan suara yang harus diamankan, 184 di antaranya TPS rawan II (paling rawan) dan 214 TPS rawan I.
Kepala Polda Metro Jaya Irjen Wahyono berharap pelaksanaan pesta demokrasi di Jakarta akan berjalan aman, tertib, dan lancar. Sebab, Jakarta adalah barometer pelaksanaan kampanye nasional. Bahkan, lanjutnya, dapat menjadi tolok ukur keamanan Indonesia di mata internasional.
"Jakarta itu unik. Jakarta pasti menjadi kota yang ramai saat pemilu. Tapi akan menjadi luar biasa jika kota yang paling ramai, tapi pelaksanaan kampanyenya menjadi yang paling tertib," tutur Kapolda.
DKI Jakarta, kata dia, memerlukan pengamanan ekstra karena bertumpu pada beberapa pemerintahan, yakni DKI Jaya, Tangerang, Banten, dan Jawa Barat. (BOB)
Sumber: www.indonesiamemilih.com
Penjual Nasi Bungkus Mantap Jadi Caleg PBB


Sulistiyo Widarto seorang penjual nasi bungkus di alun-alun Kota Demak akhir-akhir ini seringkali menjadi buah bibir. Bukan karena rasa nikmat barang dagangannya namun karena statusnya sebagai salah satu calon anggota legislatif yang bertarung di Pemilu 2009.
Kesederhanaannya menepis anggapan bahwa untuk menjadi caleg harus bermodal besar. Penghasilannya sebagai penjual nasi bungkus menurut pria kelahiran 1 Desember 1970 ini diakui hanya cukup untuk makan sehari-hari.
"Banyak yang mengejek dengan kenekatan saya menjadi caleg. Mereka bertanya apakah punya uang banyak. Tapi saya tidak mau meladeni pertanyaan seperti itu. Lebih baik saya diam atau mencari dukungan," kata pria yang sering disapa Blangkon, Kenthir atau Lilik ini.
Kemarin malam dia menceritakan asal usul mengapa bisa menjadi caleg DPRD Kabupaten Demak. Satu sore ada seorang caleg provinsi dari Partai Bulan Bintang datang ke warung nasinya. Dia bermaksud menempelkan stiker kampanye di gerobaknya.
"Entah kenapa saya langsung tertarik dengan partainya dan langsung bergabung. Sebelum meninggalkan gerobak saya, dia memberi sebah kartu nama," ceritanya.
Selang beberapa hari Lilik nekat meghubungi caleg provinsi tersebut dan menyatakan ingin menjadi caleg di DPRD Kabupaten Demak. Tak disangka keinginannya itu disambut baik dan disuruh mengumpulkan persyaratan.
Saat itu waktu pendaftaran tinggal dua hari. Meski sempat pontang-panting Lilik akhirnya lolos sebagai caleg dari PBB. Dia ditempatkan di Dapil 1 dengan nomor urut 1.
Apa motivasi Lilik mendaftarkan diri menjadi caleg? Suami dari Denok tersebut mengatakan ingin memperjuangkan nasib warga kecil terutama para pedagang dengan modal minim.
"Saya merasakan bagaimana susahnya mencari penghasilan. Saya pernah digusur ketika membuka warung makan lesehan di alun-alun dan dipaksa relokasi ke tepian Kali Tuntang yang sepi pembeli," jelas Lilik.
Lilik menolak jika hanya bermodal nekat saja. Dia memiliki pengalaman politik yang panjang karena sejak 1999 adalah kader sebuah partai politik berideologi nasionalis. Namun satu saat dia merasa dikecewakan dan langsung mundur dari partai tersebut.
Sekarang ini Lilik sedang getol-getolnya memperkenalkan dirinya terutama pada pembeli nasi di warungnya. Ternyata banyak yang awalnya tidak percaya. Namun setelah ditunjukkan stiker kampanye bergambar dirinya, mereka langsung percaya.
Rencananya Lilik akan melakukan kampanye simpatik dengan membagikan nasi bungkus gratis pada warga Demak.
"Kalau nanti terpilih, saya akan mengadakan syukuran. Saya akan memborong semua nasi bungkus yang dijual di alun-alun untuk dinikmati bersama-sama," ucap pria asli kelahiran Demak itu.[Thomas Joko)
Sumber: www.okezone.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

taburkan inspirasi kita di fasilitas internet.
inilah perubahan zaman yng patut kita kembangkan. dengan internet kita bisa menuangkan ilmu kita yang pernah kita tau dan pahami dengan tidak memperhatikan setatus anda.

apa yang telah anda lakukan untuk hidup anda selanjutnya?

Pengikut