cj.vino akbar from 107.3 Fm E-radio study n fun station

walcome to my blog. to the reader's please menikmati ondition in my blog to your hapyy.

search

Memuat...

3.21.2009

contoh laporan museum sangiran dan kedungombo

PENGESAHAN

Disahkan oleh pembimbing Karya Tulis(Laporan) MAN 1 Kota Magelang guna memenuhi kewajiban siswa setelah mengikuti studi lapangan. Disahkan pada :

Hari :

Tanggal :

Tempat :

Mensahkan

Mengetahui

Kepala Pembimbing studi lapangan

Drs. THOIFUR ASRORI, S.Pd

NIP. 150195549 NIP. 150381563

LAPORAN PERJALANAN

Museum Sangiran & Waduk Kedung Ombo

Kelas X Tahun pelajaran 20008/2009


Laporan ini disusun untuk memenuhi

Persyaratan nilai mata pelajaran

IPS (Geografi, Sejarah, Sosiologi)

Disusun Oleh Yoga Dwi A

Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Magelang

Jl. Raya Payaman No. 1 Secang Magelang

Telp. (0293) 369256


KATA PENGATAR

Setelah selesainya laporan ini, penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa yang telah melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua.

Laporan ini disusun sebagai salah satu arena latihan dan memenuhi kewajiban siswa setelah mengikuti studi lapangan.

Tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat :

  1. Bapak Thoifur selaku kepala MAN 1 Kota Magelang yang telah memeberikan ijin untuk studi lapangan.
  2. Guru pembimbing studi lepengan yang memberi pengarahan kepada penulis.
  3. Bapak/Ibu guru MAN 1 Kota Magelang beserta staffnya.
  4. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan secara satu persatu.

Dalam penyusunan laporan ini penulis menyadari adanya kekurangan, oleh karena itu kepada para pembaca penulis mohon saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. Harapan penulis semoga berguna bagi pengembangan ilmu dan wawasan pembaca.

DAFTAR ISI

Halaman Judul

Halaman Pengesahan

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I

  1. Pendahuluan
  2. Latar Belakang
  3. Tujuan
  4. Waktu, Tempat, Peserta

BAB II

  1. Museum Sangiran
  2. Waduk Kedung Ombo

BAB III

PNUTUP

  1. Simpulan
  2. Saran

BAB I

PENDAHULUAN

Masa-masa liburan biasanya banyak tempat wisata yang dikunjungi wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara. Salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi adalah Museum Sangiran.

Pada Tanggal 20 Desember 2008 siswa-siswi kelas X MAN 1 Kota Magelang mengadakan karya wisata ke Museum Sangiran yang merupakan bahan sebagai penyusunan laporan ini.

  1. LATAR BELAKANG

Penulis memilih judul “ Laporan Perjalanan Sangiran Waduk Kedungombo” karena sebelumnya penulis telah melakukan pengamatan-pengamatan di museum sangiran dan waduk kedungombo Boyolali. Penulis melakukan pengamatan di kedua tempat ini untuk memperoleh informasi-informasi penting yang selanjutnya di jadikan bahan laporan. Informasi penting ini kemudian akan di berikan kepada para pembaca.

  1. TUJUAN

Tujuan dari studi lapangan ini adalah agar siswa mendapatkan bahan sebagai laporan yang diajukan sebagai syarat kenaikan kelas. Selain itu, studi lapangan ke museum sangiran ini dapat menambah ilmu pengtahuan dan wawasan para siswa.

  1. WAKTU, TEMPAT DAN PESERTA

Tanggal 20 Desember 2008, siswa kelas X MAN 1 Kota Magelang mengikuti studi lapangan ke museum sangiran dan waduk kedung ombo Boyolali. Dibawah bimbingan Bapak dan Ibu guru siswa melakukan pengamatan secara dekat dengan objek.

BAB II

ISI

  1. SELAYANG PANDANG

MUSEUM SANGIRAN

  1. Pengertian Museum Sangiran

Museum sangiran adalah saran pendidikan yang memperkenalkan kepada masyarakat mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan benda-benda purba ( Peninggalan Zaman Purba). Diharapkan dengan adanya museum sangiran masyarakat dapat mempelajari dan mengetahui kehidupan-kehidupan di zaman purba.

  1. Sejarah Singkat Museum Sangiran

Sangiran terletak pada 4,00-4,05 BT. 7,25-7,5 LS. Pada tahun 1930 G.R Von Knoswold, ahli ilmu paleotologi yaitu ilmu tentang tulang belulang dari Jerman yang bekerja di pemerintahan Hindia. Belanda membentuk kepala desa krikilan Toto Marsono.

    • Tahun 1934 G.R Van Knoswold menemukan artefak batu yang terkenal dengan industri serpih bilah sangiran.
    • Tahun 1936 ditemukan mandi bula.
    • Tahun 1937 ditemukan tulang femora/paha.
    • Tahun 1972 didirikan museum pertama yang sekarang menjadi balai desa Krikilan.
    • Tahun 1988 diresmikan museum purbakala sangiran oleh Prof. Dr. Fuad Hasan yang menjabat menjadi Mendibud pada waktu itu.
    • Tahun 1996 Situa Sangiran ditetapkan oleh UNESCO sebagai word united nomor 593 sebagai warisan budaya dunia.
  1. Penemuan-Penemuan di Sangiran

Di sangiran di temukan benda-benda purbakala. Dari seluruh dunia 75% fosil manusia purba ditemukan di Sangiran.

Benda purbakala yang ditemukan di sangiran diantaranya adalah :

    1. Rahang Gajah Stegodon

Rahang gajah purbakala ini di temukan di jembatan kedung kecil oleh warga masyarakat

    1. Rahang Crocodilus SP (Buaya)

Rahang buaya purba di temukan di utara desa Krikilan.

    1. Rahang Atas Stegodon Trigonocepalus (Gajah)
    2. Sepasang Gading Stegodon Trigonocepalus.

Gading gajah purba stegodon Trigonocepalus memiliki panjang 8 m. Gading ini ditemukan di Dukuh Grogolan.

    1. Rahang Atas Masgodon SP.

Ditemukan tahun 1992 di dukuh ngampon desa Krikilan, ditemukan pada lapisan tanah warna abu-abu di formasi pucangan.

    1. Tengkorak Kerbau Purba (Bubalus Palaeokerabau)

Tengkorak ini berumur 200.000-500.000 tahun yang lalu. Ditemukan tahun 1992 di Dukuh Tanjung.

    1. Kapak Perimbas

Teknologi pembuatan kapak ini sejak akhir pleistosin tengah hingga permukaan kala holosin.

    1. Tanduk Purba
    2. Tulang Jail
    3. Radio Cubitus

  1. KEDUNG OMBO BOYOLALI
    1. Latar Belakang

Pemabangunan bendungan kedung ombo pada kali serang yang berlokasi di desa Rambat Kec. Geyer Kab. Grobogan, dengan waduk yang tercipta di Kaupaten ini tidak terlepas dari permasalahan-permasalahan tentang potensi sumber daya air cihulu maupun hilirnya.

Pembebasan tanah proyek waduk kedung ombo meliputi 37 desa 7 kecamatan dan 3 kabupaten, Kabupaten Boyolali meliputi kecamatan Kemusu, Andong, Juangi.Kabupaten grobogan meliputi Kecamatan Miri dan Sumber lawang. Jumlah penduduk yang akan tergenang 5,399 KK dengan rata-rata 5-6 orang per-KK.

    1. Tahapan Pelaksanaan

1. Surver, Investigasi dan studi kelayakan dilaksanakan oleh proyek perancangan pengembangan sumber-sumber air (P3 SA) bersama NIDECO Tahun 1969-1976.

2. Desain dilaksanakan oleh proyek Jratunseluna bersama SMEC dari Australia tahun 1976-1978. 1985.

3. Kaji ulang desain dilaksanakan proyek Jratuseluna bersama SMEC tahun 1979-1984.

4. Tahap Pembangunan

a. Pembuatan jalan masuk kantor lapangan laborat.

b. Trowongan pengelak dimulai akhir tahun 1983-1985 dilaksanakan oleh PT. Brantas Abipraya.

c. Bendungan dan bangunan pelengkapnya.

5. Diresmikan presiden RI, H. M. Soeharto tanggal 18 Mei 1991.

6. Tahap operasi pemeliharaan tahun 1991 sampai 100 tahun yang akan datang.

    1. Manfaat Waduk Kedungombo

LANGSUNG

- Daerah Hulu

- Potensi Perikanan

- Penyediaan Irigasi Pompa

- Penyediaan Air Baku dll.

TIDAK LANGSUNG

- Pengembangan wilayah Grobogan, Sragen dan Boyolali pada khususnya.

- Penungkatan Pendapatan Masyarakat.

- Peninggian muka air tanah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

taburkan inspirasi kita di fasilitas internet.
inilah perubahan zaman yng patut kita kembangkan. dengan internet kita bisa menuangkan ilmu kita yang pernah kita tau dan pahami dengan tidak memperhatikan setatus anda.

apa yang telah anda lakukan untuk hidup anda selanjutnya?

Pengikut